Senin, 03 Oktober 2011

mudik

Setelah berlomba-lomba dalam beribadah serta memperbanyak amalan-amalan sunnah di bulan suci Ramadhan yg penuh berkah utk mendekatkan diri kepada Allah kini tiba gilirannya hari raya fitri “Iedul Fitri.”
Iedul Fitri bagi umat Islam sesungguhnya adl hari raya yg kedua setelah Iedul Adha. Akan tetapi khususnya bagi ummat Islam di Indonesia nuansa Iedul Fitri lbh bergema dibandingkan dgn Iedul Adha. Bahkan tidak hanya orang Muslim warga non Muslim pun seolah ikut meramaikannya walaupun mereka tidak berniat meramaikannya.
Orang-orang hilir mudik berbondong-bondong dari tempat perantauannya menuju ke kampung halamannya. Tidak peduli orang yg shalat puasa atau bahkan orang yg tidak shalat dan puasa mereka ingin berkumpul di rumah bersama keluarga. Angkutan-angkutan pun dimana-mana penuh sesak. Tarif pun melonjak. Jalan-jalan penuh kemacetan. Betapa melelahkan perjalanan mudik lebaran. Setelah berkumpul dgn keluarga dan sanak saudara betapa bergembiranya hati ini.
Menyempatkan sisa waktu menunggu hari raya yg berduit berbelanja sambil jalan-jalan. Ada yg sambil mejeng. Ada yg ingin cuci mata dan beragam orang datang ke pasar-pasar ke toko-toko ke pusat-pusat perbelanjaan. Sandal baru celana baru baju baru.
Keesokan harinya datang Iedul Fitri umat Islam meluangkan waktunya mengikuti shalat sunah Iedul Fitri. Dengan berjalan kaki sambil bertakbir mengagungkan Asma Allah. Maka bergemalah suara Takbir di dalam masjid-masjid hinga ke pelataran. Di saat-saat seperti ini dgn hati yg becampur antara bahagian dan sedih serta perasaan haru dgn iringan gema takbir banyak yg tidak mampu menahan tetesan air mata.
Bagi yg tidak kuat menahan rasa haru ini disambung berlanjut tat kala saling maaf memaafkan di antara keluarga. Tidak seperti biasanya kebanyakan orang merasa benar dan tidak mau disalahkan. Pada hari ini seolah semua orang mengaku bersalah. Ucapan mohon maaf lahir batin minal aidin walfa izin berkumandang dimana-mana. Kepada ayah kepada ibu kepada kakek nenek om tante dan sanak saudara serta teman-teman dan saudara semuanya. Anak muda pecinta sepak bola biasa mengucapkan kosong-kosong!!
Begitulah kosong!Kosong bagi orang-orang yg tidak beriman adl krn tidak memperoleh apa-apa.Kosong bagi orang-orang yg beriman dan beramal shaleh adl mudah-mudahan sifat dan tindak-tanduk negatif seorang yg beriman dapat ditekan atau dihilangkan setelah melakukan ibadah puasa. Atau paling tidak jika tidak mencapai yg demikian semoga memeroleh peningkatan kebaikan dan keimanan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar